Dalam hidup kekristenan
tidak ada unsur yang lebih penting daripada mendalami Alkitab.
Unsur-unsur yang lain itu mempengaruhi pertumbuhan orang Kristen, tetapi
sesungguhnya tidak dapat menggantikan pendalaman dan penguasaan Firman
Allah yang tertulis. Banyak hal yang dapat kita kerjakan untuk
mempermudah kita memahami Alkitab:
1. Pelajarilah Alkitab Setiap Hari.
Kita tidak akan memperoleh manfaat
apa-apa dari Alkitab jika kita mempelajarinya sesekali saja. Berapa lama
waktu yang kita gunakan untuk belajar Alkitab? Hal itu tergantung pada
tanggung jawab dan keadaan rohani seseorang. Seorang gembala, penginjil,
pengajar Alkitab mungkin mendisiplinkan diri selama dua sampai tiga jam
sehari. Bagi orang Kristen dewasa imannya mungkin waktu yang pas
baginya ialah satu jam dalam sehari. Sedangkan bagi orang kristen pemula
waktu yang pas bagi mereka adalah 15-30 menit setiap hari.
Pukul berapakah sebaiknya kita
mempelajari Alkitab? Sebagian besar pakar teologi menyarankan waktu pagi
adalah saat terbaik untuk mempelajari Alkitab.
2. Pelajarilah Alkitab secara Luas
Kenalilah seluruh Alkitab, jangan hanya
satu kitab atau satu bagian. Bukan hal yang sulit lagi, Jika kita
membaca Alkitab 15 menit setiap hari, maka dalam setahun kita sudah bisa
menghabiskan seluruh isi Alkitab.
3. Pelajarilah Alkitab secara Sistematis/berurutan
Membaca Alkitab secara acak-acakan
dengan membuka sana-sini bukan cara yang baik. Membaca apa saja yang
sesuai dengan keinginan kita akan menyebabkan hilangnya perimbangan dan
kedalaman dari hal yang kita pelajari.
Ambil satu bagian dan pelajarilah dengan
sungguh-sungguh. Bacalah untuk mengetahui isinya dan juga untuk
mengetahui penerapannya.
Ada tujuh Langkah dalam mempelajari Alkitab secara sistematis:
1). Berdoalah memohon Roh Kudus memimpin Anda dalam mempelajari Alkitab. Alkitab adalah buku Roh Kudus. Jangan pernah mempelajari Alkitab tanpa meminta Roh Kudus memimpin Anda (Yakobus 1:5).
2). Tentukan topik/tema apa yang akan kita pelajari.
Banyak hal penting yang harus dipelajari dalam Alkitab. Orang Kristen
pemula sebaiknya/seharusnya mempelajari dasar-dasar doktrin kekristenan.
Misalnya: Allah/Tuhan, Dosa, Keselamatan, pertumbuhan, kedewasaan, keuangan, keluarga, , kejujuran, Gereja, dan Akhir Zaman.
3). Bacalah kitab itu seluruhnya dengan cermat. Lakukan hal ini berkali-kali untuk menangkap ruang lingkup umum kitab tersebut dalam ingatan.
4). Pahamilah Alkitab itu secara Literal/Hurufiah.
Bacalah dan pelajarilah Alkitab seperti apa firman itu ditulis. Tetapi
jangan lupa, Alkitab sesekali menggunakan bahasa alegoris, hiperbola dan
metefora.
5). Tafsirkan Alkitab dengan ayat-ayat Alkitab lainnya. Tidak ada ayat Alkitab yang kontradiksi/saling bertentangan. Ayat-ayat Alkitab saling melengkapi (progresif).
6). Pahamilah suatu ayat firman Tuhan menurut konteksnya. Konteks adalah penafsir, guru yang lebih baik daripada komentator atau pembimbing manapun.
7). Pahamilah Alkitab menurut latar belakangnya. Latarbelakang tersebut ialah, tujuan ia menulis, data sejarah, data geografis dan data budaya yang menyangkut ayat tersebut.
4. Pelajari Alkitab dengan doa dan penyarahan
Tujuan utama mempelajari Alkitab adalah
untuk memuliakan Tuhan. Tujuan kedua adalah agar kita semakin mengenal
Tuhan. Tujuan ketiga agar Firman Tuhan mengubah kehidupan kita. Dan
tujuan terakhir adalah supaya dengannya, kita bisa menjadi saluran
berkat bagi orang lain.
5. Pelajari Alkitab dengan taat.
Setiap kali kita mempelajari Alkitab,
kita perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan pribadi. Bagaimana
penerapannya bagi diri saya, keluarga, pekerjaan, dan study saya?
Bidang-bidang mana dalam hidup saya yang relevan dengan hal ini? Apakah
hal ini menunjukkan sesuatu yang harus saya kerjakan? Apa yang
dikatakannya mengenai kehendak Tuhan bagi hidup saya? Apakah yang
dikatakan tentang cara memuliakan atau menyenangkan Tuhan?
Yakobus 1:22 berbicara tentang pentingnya ketaatan. “tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”
Kesimpulan
Tidak ada buku lain yang pantas
dibandingkan dengan Alkitab. Tidak ada buku yang mengajarkan kebenaran
seperti Alkitab. Tidak ada buku yang mengajarkan moralitas setinggi
Alkitab. Tidak ada buku yang mengubah begitu banyaknya kehidupan, begitu
banyaknya budaya, begitu banyak negara. Tidak ada buku yang mengilhami
begitu banyak perbuatan besar dan luhur seperti Alkitab. ALKITAB MEMANG
BUKU SEGALA BUKU!
Sumber:
Grant R. Osborn, Spiral Hermeneutika.