widget

Rabu, 14 Mei 2014

MENJELASKAN KEBENARAN SURAT YUDAS 7

Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksa api kekal sebagai peringatan kepada semua orang. Yudas 7

Sangat menarik untuk mengupas surat Yudas secara keseluruhan, karena penyampaian surat Yudas merupakan peringatan yang berkobar-kobar kepada guru-guru palsu yang masih menyebut diri Kristen, namun mengajarkan ajaran sesat (Yudas 11-16), itulah sebabnya tema utama dari kitab Yudas ini adalah “Hukuman Untuk Guru-guru Palsu”.

Keadaannya sama dengan kekristenan sekarang, di mana berkeliaran guru-guru palsu yang menyebut diri Kristen namun mengajarkan ajaran sesat. Para guru-guru palsu ini tidak mengerti asas-asas pokok iman yang Alkitabiah (1 Timotius 1: 4-6), menafsir Alkitab berdasarkan kehendak sendiri ( 2 Petrus 1: 21), dan menyampaikan firman Tuhan hanya untuk memuaskan keinginan telinga pendengar demi keuntungan duniawi bukan untuk menyatakan kebenaran ( 2 Tim. 4: 3, 2 Petrus 2: 3, Yudas 11).

Namun dalam bagian ini, saya hanya memfokuskan pada pembahasan Yudas 7 untuk menjelaskan para calvinist karena ketidakmengertiannya mengenai hubungan Penebusan Kristus dengan orang-orang Sodom dan gomora yang binasa dalam Yudas 7.

Orang-orang Sodom dan Gomora adalah Keturunan Adam Secara lahiriah

Orang-orang Sodom dan Gomora adalah anak-anak Adam secara lahiriah, sehingga secara lahiriah mereka adalah orang-orang berdosa (Mazmur 51: 7). Keberdosaan Adam telah menjalar kepada semua orang (Roma 5: 12), tanpa harus berbuat dosa semua yang lahir dari Adam adalah orang berdosa atau berdosa secara status. Akibat dosa, secara lahiriah kecendrungan hati manusia senantiasa melakukan kejahatan (Kejadian 6: 5), sehingga manusia yang hidup mengikuti keinginan lahiriah akan melawan Allah seperti yang dilakukan kota Sodom dan Gomora. Selain Kota Sodom dan Gomora ada dua kota lain yang menerima hukuman yang sama dari Tuhan akibat perbuatan mereka yakni; Adma dan Zeboim (Ulangan 29: 32, Hosea 11: 8).

Memang kota Sodom dan Gomora adalah anak-anak Adam secara lahiriah, yang secara status dalam posisi berdosa karena Adam. Hukuman secara langsung dan hukuman kekal yang mereka terima bukanlah karena posisi berdosa mereka, melainkan karena perbuatan mereka, yang tidak hidup dalam kebenaran, sombong dan berdusta melawan kebenaran (Roma 1: 18-28), itulah persamaan kota Sodom dan Gomora dengan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas kekuasaan mereka (Yudas 6). Lalu bagaimanakah dengan status berdosa mereka karena Adam?

Status Dosa Karena Adam Diselesaikan Melalui Penebusan Yesus Kristus

Status dosa yang menjalar kepada semua manusia karena Adam diselesaikan oleh Penebusan Yesus Kristus (1 Petrus 1: 18-19), seperti yang dijelaskan dalam Roma 5: 15;

Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena satu orang semua orang telah jatuh dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Karunia Allah yang dilimpahkan atas semua orang oleh Yesus Kristus ialah penyelesaian status dosa karena Adam dan perbuatan dosa bagi orang-orang percaya padaNya melalui penebusan Yesus Kristus, seperti yang dituliskan dalam 1 Timotius 2: 5-6

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan

Karena keberdosaan Adam semua orang berdosa, namun karena penebusan Yesus Kristus status dosa dibereskan,seperti yang dijelaskan dalam Roma 5: 18-19

Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula satu perbuatan kebenaran semua orang memperoleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua menjadi orang benar

Itulah sebabnya bayi atau orang yang mati tanpa berbuat dosa, pasti masuk Surga. Sedang bagi orang yang sudah akil-balik dan melakukan dosa, maka orang tersebut harus mengakui dosanya secara pribadi kepada Kristus dan mempercayai penebusan Kristus sebagai penghapusan dosa akan diselamatkan. Sebaliknya yang sudah akil-balik dan melakukan dosa tanpa menerima karya Penebusan Yesus Kristus, pasti binasa (Yohanes 3: 36) seperti kota Sodom dan Gomora yang menolak kebenaran.

Status Dosa Orang-orang Sodom dan Gomora Diselesaikan Oleh Janji Penebusan Kristus

Salah satu hal yang sulit diterima Para calvinist untuk mengakui penebusan Yesus Kristus untuk semua manusia, dan menerima konsep yang sesat dari Calvinist mengenai penebusan terbatas ialah posisi orang-orang Sodom dan Gomora dalam Neraka, yang dihukum secara langsung dan hukuman kekal sebelum pelaksanaan penebusan Yesus Kristus. Penjelasan ini akan menolong Para calvinist untuk mengetahui kebenaran.

Pelaksanaan Penebusan Yesus Kristus memang belum dilakukan pada saat penghukuman Sodom dan Gomora, namun janji penebusan Yesus Kristus sudah diberitakan sejak kejatuhan manusia dalam dosa atas pelanggaran Adam (Kejadian 3: 15), jadi status dosa orang-orang Sodom dan Gomora diselesaikan oleh janji penebusan Yesus Kristus, itulah sebabnya orang-orang Sodom dan Gomora dihukum bukan karena pelanggaran Adam melainkan oleh perbuatan mereka sendiri.

Orang-orang Sodom dan Gomora Dihukum Karena Pelanggaran Mereka Bukan Karena Status Dosa

Yudas 7 menjelaskan bahwa orang-orang Sodom dan Gomora dihukum karena perbuatan mereka, yang tidak hidup dalam kebenaran, sombong dan mendustai kebenaran, sehingga Yudas menyamakan hukuman terhadap guru-guru palsu dengan Sodom dan Gomora bukan kota-kota yang menolak Kristus, yang hukumannya lebih hebat dari Sodom dan Gomora (Matius 10: 15; 11: 20-24).

Jadi jelas, bahwa orang-orang Sodom dan Gomora dihukum karena perbuatan mereka yang tidak hidup dalam kebenaran, sombong dan mendustai kebenaran. Hal ini dituliskan Yudas untuk mengingatkan guru-guru palsu, yang menjual kebenaran demi kepentingan duniawi (Yudas 11), bahwa mereka akan menerima hukuman yang sama dengan Sodom dan Gomora, mereka akan menerima hukuman di dunia dan hukuman api kekal di Neraka.

Kesimpulan

Yudas 7 merupakan peringatan kepada guru-guru palsu yang tidak hidup dalam kebenaran, sombong dan mendustai kebenaran, bahwa hukuman Allah akan berlangsung atas mereka sebagaimana kota Sodom dan Gomora. Oleh sebab itu, hal ini juga dapat menjadi peringatan bagi saya, dan saudara semua untuk bersungguh-sungguh merenungkan, mengerti, memperkatakan dan melakukan kebenaran dalam seluruh hidup, supaya tidak tersesat oleh;

Ajaran yang memakai cap manusia (Calvinist, Armenian,kharismatik dll), bukan ajaran Alkitabiah. 1 Timotius 4: 1-2

Ibadah buatan manusia, bukan yang diajarkan Tuhan (Kolose 2: 23)

Membesar-besarkan diri oleh pikiran yang duniawi (Kolose 2: 18)

Akhirnya dalam kasih saya mendoakan dan mengajak saudara semua untuk tunduk kepada kebenaran (2 Korintus 13: 8) dan jangan berdusta melawan kebenaran (Yakobus 3: 14-15), supaya peringatan dalam Yudas 7 tidak berlaku atas kehidupan yang benar dalam Tuhan. Tuhan memberkatimu kawan!

MENJADI ORANG YANG BERKENAN DI HATI TUHAN

Dalam Artikel lain di blog ini kita pernah membahas bertumbuh dalam Kristus (baca juga BERTUMBUH DALAM KRISTUS) dan sekarang ini kita membahas membangun keluarga, untuk membangun sebuah keluarga Allah yakni, jemaat lokal yang dapat berkembang dan maju maka anggota-anggota jemaatnya harus memiliki persentasi yang tinggi dalam mengasihi Tuhan. Tanpa hati sangat tinggi mencintai Tuhan dari anggota-anggota jemaat lokal, maka jemaat sulit maju dan berkembang. Oleh sebab itulah kemajuan sebuah jemaat lokal bergantung pada anggota-anggota jemaat yang memiliki rasa kasih yang sangat tinggi dalam mengasihi Tuhan, serta jemaat lokal harus dilayani oleh Gembala sbagai pelayan jemaat yang memiliki pengetahuan iman yang benar sehingga rasa cinta jemaat pada Tuhan tidak diarahkan pada hal-hal yang salah dan menyesatkan (Roma 10: 1-3).

Seseorang yang memiliki rasa kasih yang sangat tinggi pada Tuhan dapat memberi pengaruh yang sangat besar dalam pelayanan jemaat lokal, kehadirannya dapat memberikan motivasi tersendiri untuk kemajuan jemaat, orang yang memiliki hati yang sangat mengasihi Tuhan memiliki arti tersendiri dalam kehidupan jemaat lokal, ia menjadi berarti karena mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan memiliki hati mengasihi jemaat lokal sebagai tubuh Tuhan seutuhnya.
Daud sangat dikasihi bangsa Israel lebih dari Saul (1 Samuel 18: 7) karena hati Daud sepenuhnya diberikan bagi bangsa Israel (1 Samuel 17: 26-27), dan jauh sebelum bangsa Israel mengagumi dan mengasihi Daud, Tuhan sudah lebih dulu melihat hati Daud, Tuhan menetapkan Daud sebagai raja mengantikan Saul sebelum ia dikenal semua orang sebagai pahlawan dan pemberani (1 Samuel 16: 6-7, 11-13). Daud menjadi seseorang yang sangat istimewah dikalangan orang Israel dan yang terpenting ialah Daud menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan. Sekarang Tuhan tidak lagi memakai bangsa Israel sebagai penopang kebenaran, untuk sementara waktu Tuhan mempercayakan kepada jemaat lokal sebagai penopang kebenaran (1 Timotius 3: 15) sampai jumlah yang genap dari bangsa-bangsa lain sudah masuk (Roma 11: 25) atau Injil sudah diberitakan keseluruh dunia (Matius 24: 14), namun Tuhan tetap memakai orang-orang yang berhati seperti Daud untuk memelihara dan menjaga jemaat lokal atau tubuh Tuhan, Tuhan ingin setiap anggota jemaat lokal menjadi orang yang berkenan dihatiNya, menjadi orang yang berharga di mataNya; Apakah saudara memiliki kerinduan untuk menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan? Jika ya, maka perhatikanlah kotbah pagi ini yang membedah sisi hidup Daud yang mengesankan.

I. Hidup Dalam Tuhan

Dosa yang dilakukan Daud sangat besar dan kejam dalam ukuran manusia, Daud berselingkuh dengan Batsyeba istri Uria salah seorang prajurit terbaiknya. Saat diberitakan kepada Daud bahwa Batsyeba hamil karena hasil perselingkuhan dengannya, Daud mencari cara menjebak Uria dengan menyuruhnya pulang dari medan pertempuran sehingga Uria bisa tidur dengan istrinya, namun Uria sebagai seorang prajurit yang setia, tidak mau bersenang-senang tidur dengan istrinya sedang prajurit yang lain berjuang mati-matian di medan perang, usaha yang dilakukan Daud untuk menjebak Uria supaya bisa tidur dengan istrinya gagal total, karena takut aibnya terbongkar akhirnya Daud merencanakan pembunuhan Uria dengan cara yang sangat kejam sebagai seorang raja, Daud menyuruh Yoab panglima perangnya menempatkan Uria dibarisan yang paling depan dalam pertempuran yang hebat, kemudian meninggalkan Uria seorang diri dibarisan musuh sehingga Uria mati, rencana ini berhasil. Uria mati sebagai prajurit yang setia oleh rencana kejam rajanya sendiri (2 Samuel 11: 1-15).
Sebuah akumalsi dosa, dimulai dari hati yang penuh hawa nafsu karena kemolekan tubuh Batsyeba sampai akhirnya mendalangi pembunuhan Uria, itulah Dosa Daud. Seringkali manusia tidak menyadari bahwa keinginan jahat dalam hatinya adalah awal dari sebuah dosa yang membawa pada kematian, sifat kompromi seseorang terhadap suatu kesalahan kecil tanpa disadari bahwa sesungguhnya dari kesalahan-kesalahan kecil inilah, sebuah kejahatan besar diawali.

Istilah cuci mata adalah istilah yang populer dikalangan orang-orang perkotaan zaman sekarang, “itu sebuah seni kok, kalau mengagumi ciptaan Tuhan,” mengagumi ciptaan Tuhan bukan suatu kesalahan, namun kalau yang dikagumi adalah kemolekan tubuh istri orang atau suami orang maka ini adalah awal dari sebuah dosa perzinaan, sedikit saja seseorang membiarkan hatinya diisi dengan kenikmatan duniawi maka iblis akan mengunakan ruang yang kecil tersebut untuk menjerumuskannya ke dalam dosa yang menjerat hidup kerohaniannya sehingga tidak dapat bertumbuh. Oleh sebab itu sebagai orang kristen lahir baru, berusahalah supaya tidak berkompromi dengan dosa dengan alasan seperti apapun, jagalah hati dengan segala kewaspadaan karena dari hatilah terpancar kehidupan (Amsal 4: 23).
Daud melakukan dosa yang lebih berat dibandingkan Saul dalam padangan manusia. Tuhan memerintahkan kepada Saul untuk maju berperang melawan orang Amalek dan membunuh seluruh orang Amalek beserta binatang-binatangnya, karena orang-orang Amalek menghalang-halangi orang Israel ketika keluar dari Mesir (1 Samuel 15: 1-3). Saul maju berperang bersama orang-orang Israel dan mendatangkan kekalahan yang luar biasa terhadap bangsa Amalek, namun atas pertimbangan untuk mempersembahkan korban kepada Allah, maka Saul dan orang-orang Israel tidak membunuh lembuh-lembuh terbaik, anak-anak domba dan segala yang berharga. Apa yang dilakukan Saul ini sangat menyakitkan hati Tuhan, Saul tidak mendengar perkataan Tuhan walaupun inisiatif Saul baik namun yang Tuhan inginkan ialah taat bukan persembahan (1 Samuel 15: 22). Banyak orang kristen seperti Saul, berinisiatif memajukan gereja dan pelayanan dengan cara-cara duniawi dan dengan berbagai alasan tanpa mempertimbangkan nilai-nilai alkitabiah dari apa yang dilakukannya.

Perhatikan dan renungkanlah siapakah yang paling jahat kesalahannya diantara Daud dan Saul? Sebagai seorang manusia maka penilaian saya Daudlah yang paling jahat. Namun Alkitab mencatatkan bahwa kesalahan Saul telah menyebabkan Tuhan menolaknya dan keturunannya sebagai penerus raja atas bangsa Israel (1 Samuel 15: 26-28), sebaliknya Tuhan menegakkan taktah kerajaan kepada Daud dan keturunannya sampai selama-lamanya (1Tawarikh 17: 10-14). Mengapakah kesalahan Saul sangat fatal dihadapan Tuhan? Dan mengapakah Daud yang walaupun dalam ukuran dosanya sangat besar namun Tuhan masih mengasihinya?
Daud dan Saul adalah orang Israel yang mengenal Tuhan sejak dari kecil. Namun Daud bukan hanya mengenal Tuhan karena dibesarkan dalam kalangan Israel, Daud hidup di dalam Tuhan, ia mengenal Tuhan dan memegang kebenaran Tuhan dalam hatinya, hal itu terlihat dari sikap hatinya ketika ia mendengarkan Goliat menghina bangsa Israel, ia tampil sebagai pembela barisan Israel karena ia tahu bahwa siapapun yang menghina bangsa Israel berarti juga menghina Tuhan karena pada masa itu Tuhan memilih bangsa Israel sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran bagi umat manusia (1 Samuel 17: 26-27, 45-47), Daud adalah gambaran orang yang sungguh-sungguh lahir baru.

Seseorang yang sudah lahir baru bisa jatuh dalam dosa, namun tidak hidup dalam dosa. Orang yang lahir baru memiliki pandangan yang sama dengan Allah terhadap dosa, namun karena tubuh daging yang terikat oleh dosa maka seringkali jatuh dalam dosa. Jatuh dalam dosa tidak berarti tidak diselamatkan lagi, janji keselamatan yang Tuhan berikan pada seseorang yang sudah dilahir-barukan adalah utuh yakni Yesus Kristus menanggung dosa yang telah diperbuat, sedang diperbuat maupun yang akan diperbuat (Roma 5: 8-10), jadi orang lahir baru yang jatuh dalam dosa tidak menyebabkan gagal keselamatannya terkecuali ia hidup dalam dosa atau tidak hidup dalam iman.

Daud jatuh dalam dosa namun Tuhan tetap mengasihinya karena Daud adalah orang yang hidup dalam Tuhan, ia dengan rendah hati mengakui kesalahannya ketika dosanya dinyatakan, Daud sama seperti orang lahir baru yang jatuh dalam dosa saat ini. Namun waspadalah dengan dosa karena setiap perbuatan dosa yang telah dilakukan pasti akan dipertanggungjawabkan dihadapan pengadilan Kristus atau bema Kristus (2 Korintus 5: 10), sebab itu jauhilah dosa supaya jangan dipermalukan dihadapan taktah Kristus karena perbuatan-perbautan dosa sendiri.
Sebaliknya Saul mengenal Tuhan karena ia dibesarkan dalam kalangan Israel, namun tidak hidup dalam Tuhan dan memegang kebenaran Tuhan dalam hidupnya, hal ini diperlihatkan ketika Samuel menyatakan kesalahannya, Saul berusaha membenarkan diri dengan menyatakan bahwa kambing domba dan lembuh-lembuh terbaik diselamatkan dengan maksud untuk mempersembahkan pada Tuhan (1 Samuel 15: 15), namun sebenarnya Saul melakukan hal tersebut karena takut pada rakyat (1 Samuel 15: 24), bukan karena ingin menyenangkan hati Tuhan.

Saat ini banyak orang Kristen seperti Saul, mereka memasukkan unsur duniawi ke dalam gereja walaupun bertentangan dengan ajaran alkitab yang dapat membawa iman seseorang kepada kematian yang kekal atau ke Neraka seperti yang terjadi di Galatia (Galatia 5: 3-4), ketika kesalahan mereka dinyatakan mereka berusaha mencari pembenaran dan beralasan apa yang mereka lakukan ialah untuk Tuhan, orang kristen yang seperti ini ialah orang kristen yang tidak lahir baru, mereka melayani Tuhan dengan motivasi yang tidak tulus, isi hatinya penuh dengan kepentingan pribadi, hatinya penuh dengan akal bulus dan tipu muslihat, sama seperti Saul yang membawa korban persembahan bukan karena mengasihi Tuhan namun karena takut kepada rakyatnya sendiri. Takut tidak dapat pasangan hidup, takut dikucilkan karena sedikit, takut menjadi anggota jemaat karena jemaat kecil walaupun alkitabiah, takut tidak cukup kebutuhan hidup kalau memberi persepuluhan, takut hidup terlalu jujur nanti tidak dapat kenaikan jabatan, takut berdagang dengan jujur nanti untungnya sedikit, orang kristen yang demikian nasibnya akan sama seperti Saul, pasti ditolak Tuhan.

Saul tidak mengasihi Tuhan, dia menyembah Tuhan karena Tuhan memberikan jabatan raja padanya (1 Samuel 15: 25) bahkan dia tidak mengakui Tuhan sebagai Tuhannya melainkan Tuhannya Samuel (1 Samuel 15: 30) itulah sebabnya Tuhan tidak berkenan pada Saul, dan Saul adalah gambaran orang Kristen yang menjadi Kristen karena keturunan dan orang Kristen tanpa pengertian yang benar (Matius 15: 8-9, Roma 10: 1-3). Sedangkan Daud sangat mengasihi Tuhan (1 Samuel 17: 26-28), seumur hidupnya ia memikirkan perkara-perkara rohani, hal ini terlihat dari mazmur-mazmur yang ditulisnya senantiasa mengagungkan dan memuliakan nama Tuhan, itulah sebabnya Tuhan sangat mengasihi Daud (1 Tawarikh 17: 3-14). Daud adalah gambaran orang yang sudah lahir baru dan hidup dalam Tuhan, orang yang demikian pasti sangat dikasihi Tuhan dan menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan.

II. Mengandalkan Tuhan

Berbeda dengan Saul yang takut pada manusia (1 Samuel 15: 24), Daud mengandalkan Tuhan dalam hidupnya (1 Samuel 17: 45-47), bahkan seumur hidupnya (Mazmur 23: 6). Seseorang yang sudah dilahir-barukan menjalani dan menghadapi setiap persoalan hidup dengan mengandalkan Tuhan. Orang yang mengandalkan Tuhan merencanakan segala sesuatu dengan melibatkan Tuhan di dalam setiap rencananya, seseorang yang sudah akil-balik dan lahir baru walaupun usianya masih remaja, ia harus belajar melibatkan Tuhan dalam hidup dan rencana hidupnya. Daud pada waktu diurapi Tuhan, ia masih sangat muda, Tuhan mengurapi Daud sebagai raja bukan karena jasa atau usaha orang tuannya, namun karena Tuhan tahu bahwa Daud seorang anak yang sangat mengasihiNya dan mengandalkanNya.

Bila kondisi kerohanian seseorang jauh dari Tuhan, pasti ada keluhan ketika menghadapi persoalan hidup, saat senang ingat kesenangan duniawi namun saat susah mencari Tuhan. Kebanyakan orang mencari Tuhan hanya sekedar menjadi sasaran minta tolong, kerohanian orang seperti ini sangat disayangkan, mencari Tuhan kok setengah-setengah. Jangan hanya mencari Tuhan kalau kesusahan saja, tetapi carilah Tuhan yang dapat menyelamatkan jiwa dari Neraka, jika Tuhan sanggup menyelamatkan jiwa kita dari Neraka, apalagi hanya persoalan-persoalan dunia, pasti Tuhan sanggup memelihara hidup kita.
Saul seumur hidupnya hanya memikirkan kepentingannya sendiri, seumur hidupnya ia berusaha mengejar-ngejar Daud untuk membunuhnya, ia takut bila Daud tetap hidup maka Daud akan menjadi raja atas Israel, Saul sama sekali tidak mempertimbangkan ketetapan Tuhan. Banyak orang kristen seperti ini, seumur hidupnya ia hanya memikirkan kepentingannya sendiri, ia takut orang lain lebih sukses darinya, takut orang lain lebih kaya darinya, orang kristen seperti ini tidak akan menerima apapun, baik harta rohani maupun sukacita dalam hidupnya, bahkan apa yang ditakutkannya betul-betul menjadi kenyataan
Daud seumur hidupnya memikirkan kepentingan Tuhan bahkan saat dikejar-kejar Saul, Daud menuliskan banyak mazmur yang dapat kita baca sekarang, ia bukan tipe orang yang kalau senang baru bersyukur pada Tuhan, sebaliknya ia dalam kesulitan-kesulitan banyak mengucap syukur pada Tuhan. Oleh sebab itu, pada waktu ia sudah tinggal di istana yang megah, ia sangat bersusah hati karena tabut Tuhan berada di tempat yang tidak layak, ia merencanakan membangun rumah untuk Tuhan walaupun awalnya Tuhan tidak membutuhkan rumah buatan manusia, namun karena Tuhan melihat hati Daud yang begitu mulia maka Tuhan mengabulkan permintaannya. Luar biasa!

Saudara, untuk memajukan sebuah jemaat lokal dan pekerjaan memenangkan jiwa dibutuhkan pelayan Tuhan dan anggota-anggota jemaat berhati seperti Daud. Kalau pelayan Tuhan berhati seperti Daud, namun anggota jemaatnya berhati seperti Saul maka lambat-laun jemaat lokal akan punah; tidak pernah memikirkan pekerjaan Tuhan tapi maunya menuntut terus, tidak pernah memikirkan pekerjaan Tuhan namun maunya diperhatikan dan sukanya mengkritik. Tuhan tidak menjatuhkan uangnya dari langit untuk mendukung jemaat lokal, ia menyalurkan berkat-berkatnya melalui anggota-anggota jemaat yang setia. Kalau berharap menjadi orang yang mau dipakai Tuhan mendukung jemaat lokal, maka jujurlah dan setia memberi persepuluhan, kalau dalam hal persepuluhan saja seseorang tidak setia, mungkinkah Tuhan menyalurkan berkat melaluinya?
Tuhan lebih memilih Daud daripada Saul, karena Daud dapat dipercaya sebagai penyalur berkat dari Tuhan, apa yang didapatkannya dipakai untuk kemuliaan Tuhan. Seseorang tidak harus banyak uang baru bisa seperti Daud, segala ketrampilan, waktu, tenaga bisa kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan. Bila Tuhan memberikan kemampuan untuk bermain musik maka gunakanlah kemampuan untuk bermain musik, bila Tuhan memberikann kemampuan untuk menulis gunakanlah tulisan untuk memuliakan Tuhan, bila Tuhan memberikan kemampuan dibidang IT gunakanlah itu untuk memuliakan Tuhan dan apapun kelebihan kita dapat kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan.
Orang yang dipakai Tuhan adalah orang yang mengandalkan Tuhan, dia tidak akan takut kekurangan bila untuk kemuliaan Tuhan, tidak takut rugi kalau untuk kemuliaan Tuhan, tidak takut kepada orang-orang yang tidak hidup dalam kebenaran dengan penuh hati yang mengasihi menyatakan kesalahan dan menjauhi mereka yang hidupnya memusuhi dan mencela nama Tuhan. Mari kita baca Yeremia 17: 7 bersama-sama;

Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapnya pada Tuhan!

Seseorang yang berkenan dihati Tuhan adalah seorang yang telah diselamatkan, yang memberikan segenap hatinya untuk kemuliaan Tuhan. Tidak takut bahaya dan kekurangan bila yang dilakukannya ialah untuk kemuliaan Tuhan, karena ia percaya pada Tuhan dan mengandalkan Tuhan seumur hidupnya. Untuk menutup kotbah ini, mari kita tundukkan kepala dan mengoreksi hati kita masing-masing, sudahkah kita menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan.
Salam kasih...

BERTUMBUH DALAM KRISTUS (Yohanes 15: 1-7)

Dalam Artikel kali ini kita membahas, “membangun keluarga Allah.” Keluarga Allah ialah jemaat lokal (1 Timotius 3: 15), untuk membangun sebuah jemaat maka seluruh anggotanya harus memiliki hati yang mengasihi Tuhan, dari hati yang mengasihi Tuhanlah kita memiliki dorongan untuk memahami Tuhan, dengan proses belajar kita dapat memahami Tuhan (Yohanes 8: 31-32, Efesus 5: 17). Bukan hanya mengasihi dan memahami Tuhan saja, namun kita juga harus memiliki motivasi yang benar dalam melayani sesama dan jemaat lokal.

Dan Gembala Gereja saya selalu mengkritik anggota jemaat supaya memiliki hati yang mengasihi Tuhan, bila anggota jemaat tidak memiliki hati yang mengasihi Tuhan maka jemaat ini sulit maju dan berkembang,lewat Pendalaman Alkitab setiap mlm selasa). Memang bentuk kasih setiap orang pada Tuhan presentasinya berbeda-beda, semakin rendah presentasi seseorang mengasihi Tuhan maka semakin sulit juga seseorang memahami dan bertumbuh imannya dalam Tuhan, dan bila rata-rata anggota jemaat memiliki presentasi yang rendah dalam mengasihi Tuhan maka jemaat lokal akan staknan atau menjadi suam-suam kuku, sebaliknya bila anggota jemaatnya rata-rata memiliki presentasi yang tinggi dalam mengasihi Tuhan maka jemaat lokal akan maju dan berkembang dengan pesat.

Tuhan sangat ingin di setiap jemaat lokal anggotanya memiliki presentasi yang tinggi dalam mengasihiNya. Oleh sebab itu, Tuhan menetapkan penginjil, gembala, guru dalam setiap jemaat lokal (Efesus 4: 11) dengan tujuan supaya membangun iman anggota-anggota jemaat lokal (Efesus 4: 12). Iman seseorang tidak dapat dibangun dengan dibesuk, dengan gedung yang mewah, kursi yang nyaman, piano yang bagus dan segala bentuk fasilitas duniawi, melainkan iman seseorang hanya bisa bertumbuh dengan pengajaran firman Tuhan.

Tugas seorang pelayan jemaat yang baik ialah memberikan pengajaran yang benar sebagai makanan rohani supaya orang-orang yang dilayani memiliki hati yang mengasihi Tuhan dalam kebenaran, karena dengan cara itulah iman jemaat dapat bertumbuh (Efesus 4: 11-13). Selama melayani jemaat ini saya tidak pernah menuntut gaji dan tidak digaji oleh organisasi atau badan misi apapun, namun saya tidak bermalas-malasan untuk terus mempelajari kebenaran demi membangun iman jemaat lokal ini, karena saya tahu bahwa rasa kasih seseorang pada Tuhan hanya dapat bertumbuh dengan memahami kebenaran (Yohanes 8: 31-32). Oleh sebab itu, pagi hari ini saya akan membagikan beberapa poin bagaimana seseorang dapat bertumbuh dalam Kristus;

I. Tinggal dalam Kristus

Seperti rumah yang ditempati seseorang untuk berlindung dan untuk menyimpan segala harta benda duniawi demikianlah pula seseorang yang tinggal dalam Kristus, ia menjadikan Kristus sebagai rumah yang melindungi dan juga tempat untuk menyimpan harta benda Surgawi. Sekalipun seorang pengemis pastinya memiliki tempat tinggal walaupun itu dari satu kalong jembatan ke kolong jembatan yang lain namun itulah tempat tinggalnya, demikian juga dengan kehidupan rohani seseorang pasti ada tempat tinggal; tinggal di dalam Kristus atau tinggal di dalam Setan.

Untuk menjadikan Kristus sebagai rumah atau wadah, maka harus melalui lahir baru atau melalui bertobat, orang yang bertobat seperti orang yang baru menerima kunci rumah namun belum memiliki apapun dalam rumah, karena lahir baru adalah awal seseorang melihat dan mengenal Kristus (Yohanes 3: 5, 7). Orang yang sungguh-sungguh lahir baru atau orang bertobat pasti sangat merindukan tinggal dalam Kristus, seperti yang di sampaikan Daud dalam Mazmur 23, “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” Jemaat lokal adalah tempat dimana saudara dapat tinggal dalam Kristus, karena jemaat lokal adalah tubuh Yesus Kristus (Efesus 1: 23). Orang yang sudah benar-benar lahir baru atau bertobat pasti sangat rindu untuk dibaptis dan bersekutu dalam jemaat lokal (Kisah Para Rasul 8: 36-38), kebanyakkan orang kristen belum dibaptis menjadi anggota jemaat lokal, karena baptisan yang mereka terima sebenarnya banyak didasarkan atas pengertian yang salah dari kerajaan Allah, kerajaan Sorga, dan keluarga Allah.

Kerajaan Allah adalah kerajaan rohani yang hanya dapat dilihat oleh mereka yang telah lahir baru, kerajaan ini eksis secara rohani pada diri seseorang, ketika orang lahir baru ia terhitung sebagai salah satu warga kerajaan Allah. Alkitab menuliskan bahwa, tidak ada seorangpun yang lahir baru karena di baptis, orang yang lahir baru adalah orang yang menerima Injil dalam hati dan hidupnya (Yohanes 3: 5, Efesus 1: 13), banyak orang kristen dibaptis oleh konsep yang salah ini, sehingga baptisan yang mereka terima sebenar bukanlah baptisan, oleh sebab itu mereka harus dibaptis lagi dengan konsep yang benar (Kisah Para Rasul 19: 1-7).

Kerajaan Sorga adalah kerajaan yang berlokasi di Sorga, sedangkan keluarga Allah adalah jemaat lokal (1 Timotius 3: 15). Orang yang sudah lahir baru pasti sangat merindukan untuk menjadi anggota keluarga Allah yakni menjadi anggota jemaat lokal, dan untuk menjadi anggota keluarga Allah atau jemaat lokal seseorang harus membuat pengakuan iman keselamatan dan menyerahkan diri untuk dibaptis sebagai bukti pertobatan dan ketaatan pada Tuhan Yesus Kristus (1 Korintus 12: 12-13).

Kalau ada orang kristen lahir baru, namun tidak mengabungkan diri ke dalam gereja lokal yang Alkitabiah maka sesungguhnya ia bukan anggota gereja universal melainkan warga kerajaan Allah. Gereja universal sebenarnya kerajaan Allah yang disalahartikan. Apabila seseorang tidak mengabungkan diri ke dalam sebuah jemaat lokal, maka orang tersebut bukan anggota gereja lokal, karena tidak menjadi anggota salah satu gereja lokal. Otomatis ia juga bukan anggota tubuh Tuhan Yesus, karena jemaat lokal adalah tubuh Tuhan Yesus (baca Efesus 1: 23), dan orang yang demikian pasti tidak akan bertumbuh dalam Kristus karena tidak tinggal dalam Kristus, karena untuk tinggal dalam Kristus seseorang harus menjadi anggota tubuh Kristus atau menjadi anggota jemaat lokal.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian kamu juga tidak berbuah, jika kamu tidak tinggal di dalam Aku. Yohanes 15: 4

Untuk menjadi orang kristen yang bertumbuh dalam Kristus maka kita harus tinggal dalam Tuhan Yesus Kristus atau kita harus menjadi anggota jemaat lokal karena jemaat lokal adalah tubuh Tuhan Yesus Kristus, hanya dengan bergabung ke dalam tubuh Kristus kita dapat berlindung dan bertumbuh menjadi orang Kristen yang sehat.

II. Tinggal Dalam Firman Kristus

Seringkali kita mendengar orang berkata, saya sudah lahir baru dan sudah menjadi anggota jemaat lokal, namun perkataan, tingkahlaku, dan pergaulannya tidak mencermin seseorang yang lahir baru. Orang yang sungguh-sungguh menghayati kelahir-baruannya pasti berhati-nati dalam berkata, mengawasi tingkahlakunya dan menjauhi pergaulan yang buruk seperti nasehat dalam Mazmur 1: 1. Orang yang suka kumpul dengan pencemooh dan dengan orang-orang yang gemar berbuat dosa, lambun-laun orang yang demikian akan menjadi pencemooh juga dan pasti mengikuti jalan kefasikan orang berdosa. Alkitab tidak melarang kita untuk bergaul namun Alkitab memperingatkan kita supaya pergaulan kita membawa berkat rohani pada sesama. Tujuan orang lahir baru bergaul adalah menyelamatkan sesama, mengubah gaya hidup orang-orang berdosa, menegor dan menasehati kesalahan sesama bukan sebaliknya mengikuti pola hidup orang berdosa.

Orang lahir baru dan anggota jemaat lokal yang pola hidupnya sama dengan orang duniawi, kemungkinan besar orang yang demikian hanya memenuhi kewajiban sebagai orang kristen tanpa ada kerinduan untuk belajar dan bertekun dalam pengajaran firman Tuhan. Saya sudah bisa menebak bahwa orang yang demikian jarang berdoa, jarang baca Alkitab dan sudah pasti jarang memikirkan perkara rohani dalam hidupnya, hidupnya hanya dipenuhi dengan persoalan duniawi dan sedikitpun tidak mempertimbangankan perkara-perkara rohani, dan orang yang demikian tidak akan nyaman berkumpul dengan jemaat lokal, dan sudah pasti tidak akan mengalami pertumbuhan dalam Kristus.

Orang kristen lahir baru dan anggota jemaat lokal yang sehat rohani memiliki rasa kasih yang sangat besar pada Tuhan, rasa kasih yang besar akan mendorongnya untuk selalu ingin mengetahui apa yang Tuhan inginkan dalam hidupnya. Dan karena semangatnya untuk mengetahui kehendak Tuhan dalam hidupnya maka ia tidak akan jemu-jemu mempelajari dan merenungkan firman Tuhan (Mazmur 1: 1-3), dan hasilnya orang yang demikian akan mengalami pertumbuhan rohani yang sehat dalam Kristus.

Kunci untuk bertumbuh dalam Kristus adalah mempelajari firman Tuhan, memperkatakan firman Tuhan dan melakukan firman Tuhan dalam hidup sehari-hari. Bila sebuah jemaat lokal berisikan anggota-anggota yang sehat dalam iman, maka jemaat yang demikian pasti jauh dari persoalan-persoalan duniawi karena setiap orang akan berusaha untuk mengetahui apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupnya. Tidak lagi datang ke gereja untuk memamerkan kekayaan, memamerkan kekuasaan, atau mamerkan gaya hidup yang materialistik, tidak memamerkan keegoisan, tidak mencari kekuarangan orang lain sebagai bahan pelecehan atau menganggu kenyaman orang yang sedang berjemaat, contohnya; kalau datang ke gereja bawa makanan dan makan dalam gereja, berbicara dengan orang lain ketika ada yang berkotbah atau lalu lalang tidak jelas pada saat berjemaat, jemaat yang demikian tidak tahu sopan-santun dan sudah pasti gaya hidup sehari-harinya lebih buruk, karena bila dengan pekerjaan Tuhan saja ia anggap remeh apalagi dalam perkara duniawi.

Anggota jemaat yang sehat iman datang berjemaat dengan tujuan memperhatikan sesama supaya saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan yang baik (Ibrani 10: 24), bukan memperhatikan untuk melecehkan atau mencemooh. Agar bisa mendorong sesama dalam kasih dan dalam pekerjaan yang baik, maka kita perlu mendengarkan arahan dengan cermat atau memperhatikan setiap pengajaran dalam jemaat. Tuhan tidak senang bila seseorang melakukan tanpa mendengar arahanNya dengan benar, contoh dalam Alkitab seperti Maria dan Marta; Marta sibuk sekali melayani, namun Maria duduk mendengar perkataan Tuhan Yesus, Marta komplain pada Tuhan karena Maria tidak membantunya namun Tuhan Yesus menjelaskan bahwa Maria telah melakukan hal yang benar (Lukas 10: 38-42). Maria mendengarkan pengajaran dengan cermat supaya ia dapat bertindak dengan cara yang benar, iman seseorang timbul karena pendengaran (Roma 10: 17) dari pendengaran akan menghasilkan tindakan yang benar. Tidak dibenarkan juga seseorang hanya mendengar tanpa melakukan apa yang didengar, orang yang demikian adalah orang yang imannya mati (Yakobus 2: 17).

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Yohanes 15: 8

Kalau seseorang ingin bertumbuh dalam Kristus maka ia harus mendengar, memperkatakan dan melakukan firman Tuhan dengan sepenuh hati, orang yang sungguh-sungguh lahir baru tidak akan tersinggung dan marah bila kesalahannya dinyatakan apalagi melalui kotbah, sebaliknya akan ada rasa syukur karena bisa dikoreksi supaya menjadi orang kristen yang lebih baik.

III. Berserah Pada Kristus

Kesulitan hidup dan persoalan-persoalan dunia menjadi penyebab seseorang yang tidak dapat bertumbuh dalam Kristus, hal kekuatiran seperti benih yang jatuh di semak duri, sulit bertumbuh karena kekuatiran hidup. Setiap orang yang masih hidup di dunia memiliki persoalan hidup masing-masing, namun bagi orang lahir baru persoalan hidup bukan menjadi kendala untuk bertumbuh dalam Kristus. Orang-orang lahir baru hidup di dunia namun tidak mengejar harta dunia, yang penting bagi orang lahir baru cukup bukan kaya. Kalau toh ada orang lahir baru yang kaya pasti kekayaannya digunakan untuk menambung di Sorga (Matius 6: 19-21), bagaimana cara menambung di Sorga? Ya, dengan cara mendukung pekerjaan memenangkan jiwa dalam jemaat lokal, contoh dalam acara-acara seminar seperti hari rabu lalu tanggal 29 juni 2011 saudara bisa mempergunakan tenaga, waktu dan uang untuk digunakan sebab dengan cara seperti inilah seseorang dapat menambung hartanya di Sorga. Bagi saudara yang belum sempat ambil bagian pada seminar yang lalu, maka masih ada seminar yang akan datang, saudara dapat ambil bagian untuk menambung di Sorga.

Seseorang mustahil dapat berserah pada Kristus apabila tidak tinggal dalam Kristus dan tidak tinggal dalam firman Kristus, bila kita sudah tinggal dalam Kristus dan tinggal dalam firman Kristus maka dengan sendirinya kita menyerahkan seluruh hidup kita pada Kristus, termasuk semua persoalan-persoalan duniawi, ingatlah bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita, karena Tuhan tahu pada saat kita dicobai Ia akan memberikan jalan keluar pada kita (1 Korintus 10: 13).

Saudara terkasih, orang Kristen lahir baru selalu menyikapi segala persoalan dengan hikmat dan kebijaksanaan bukan dengan kegelisahan dan kegusaran. Bila ada orang yang menegor dan memberitahu kesalahan, orang kristen lahir baru pasti sangat bersyukur bukannya membenci atau balik memarahi, bukti seseorang yang sungguh-sungguh lahir baru ialah orang tersebut tidak mudah tersinggung karena orang tersebut telah berusaha memahami keberadaan sesamanya.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. Yohanes 15: 8

Oleh sebab itu bila saudara ingin bertumbuh dalam Kristus maka wajib bagi saudara tinggal dalam Kristus dan tinggal dalam firman Kristus, dan apabila dalam sebuah jemaat anggota-anggotanya tinggal dalam Kristus dan memiliki keinginan untuk terus mempelajari, serta melakukan firman Tuhan maka jemaat lokal yang demikian memiliki rata-rata prestansi yang tinggi dari anggota jemaat yang mengasihi Tuhan, dan pasti akan maju dan berkembang.